Mocca, White Shoes and The Couples Company, Homogenic, Supernova  Meriahkan Rolling Stone Release Party Juni 2010  		                               	Walau hujan deras penonton tetap rela  bertahan demi Mocca.
Jumat menjelang tengah malam (4/6) hujan mendadak turun dengan  derasnya. Rolling Stone Release Party edisi Juni yang dipersembahkan  oleh LangitMusik Telkomsel dimulai beberapa jam sebelumnya tanpa hujan  telah sampai pada penghujung acara. Mocca, sebuah band indie pop andalan  Kota Kembang, mendapat kesempatan untuk menjadi penampil ke empat  sekaligus penutup pesta dengan membawakan lagu-lagu manis dan ceria di  hadapan para fans-nya yang tidak mengindahkan guyuran air hujan di  sekujur tubuh mereka. Mereka membuka penampilan dengan “I Remember” yang diambil dari album  sophomore mereka, Friends. Para penonton pun lantas  secara otomatis ikut menyanyikan bersama Arina Ephipania Simangunsong,  yang menurut MC Soleh Solihun adalah penyanyi wanita paling ceria di  Indonesia karena senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya. “The  Best Thing” dan “Do What You Wanna Do” yang sama-sama diambil dari album  ketiga Mocca, Colours, dimainkan dengan jeda yang sangat  singkat di antara lagu.
Sepertinya Mocca tidak tega melihat para fans nya berlama-lama  berdiri dengan guyuran hujan yang deras. Setelah itu, Mocca membawakan  sebuah lagu lagi untuk menggenapkan lagu yang mereka bawakan menjadi 4  lagu di konser ini. Walaupun tampil secara buru-buru, Mocca tetap dapat  menjalankan tugas mereka sebagai penutup pesta dan juga memberikan kesan  yang dalam bagi manusia-manusia yang telah menonton penampilan mereka  malam itu. Homogenic, yang seperti Mocca juga berasal dari Bandung, tampil  sebagai band ketiga. Band yang baru saja merilis album ketiga mereka  dengan judul Let A Thousand Flowers Bloom ini tampil dengan  formasi terbarunya. Deena Dellyana yang bertanggung jawab di departemen rhythm  programming dan synths, Grahadea Kusuf di departemen analog  synths dan computer sequencing programming, dan Amanda  Syachridar, sebuah nama baru pada daftar personil Homogenic, di  departemen vokal. Ya, Amanda Syachridar yang merupakan mantan penyanyi  dari proyek DJ Andezzz adalah pengganti Risa Saraswati yang telah mundur  sebagai vokalis Homogenic sejak cukup lama. Kedatangan Amanda Syachridar terasa sangat influensial bagi perubahan  warna musik Homogenic. Duta musik elektronik Indonesia ini tadinya  memiliki lagu-lagu yang didominasi dengan atmosfir gelap, namun materi  album baru mereka kini menjadi lebih ceria dibandingkan dulu. Hal ini  bisa didengar dari lagu pertama yang mereka bawakan pada Rolling Stone  Release Party edisi Juni dengan judul “Happy Without You”. Walaupun  begitu, atmosfir gelap yang berasal dari dua album Homogenic terdahulu  masih tetap bisa terdengar di “Seringan Awan”, yang dibawakan sebagai  lagu kedua mereka pada penampilan ini dan merupakan single pertama dari  album Let A Thousand Flowers Bloom.
Penampilan Homogenic, yang pada malam itu mengenakan pakaian serba  hitam, ditutup dengan sebuah lagu berjudul “Artificial Humanity” yang  berasal dari album kedua mereka, Echoes of the Universe. Secara  keseluruhan, bebunyian canggih yang mereka mainkan pada malam itu  berhasil memukau para penonton yang hadir. Penampil kedua pada malam itu adalah Supernova. Band yang berasal  dari Purwokerto dan juara A Mild Live Wanted 2009 ini mengemban tugas  berat dalam menghibur penonton Rolling Stone Release Party yang memang  terkenal sangat selektif dalam menilai sebuah band, terutama band dengan  aransemen musik yang jualan dan lirik yang didominasi dengan tema cinta  yang pasaran. Tugas berat ini menjadi semakin berat ketika MC Soleh  Solihun mulai beraksi dengan mulut pedasnya yang tersohor. Bahkan,  Supernovans (sebutan bagi fans Supernova) yang hadir pun sempat  dijadikan sasaran olehnya. Supernova pun memainkan lagu pertamanya. Kumpulan penonton yang  tadinya memenuhi bibir panggung satu per satu berbalik badan dan menjauh  dari panggung. Lagu kedua yang berjudul “Terlalu Mendamba” pun memiliki  efek yang sama dan kini bibir panggung menjadi tidak terlalu ramai.  “Cukup Menyakitkan” yang menjadi lagu ketiga seperti menjadi ketokan  palu dari seorang hakim. Kini penonton yang tersisa di bibir panggung  hanyalah para Supernovans yang jumlahnya memang tidak banyak. Dan hal  ini bertahan hingga saat Supernova merampungkan penampilannya dengan  menyelesaikan lagu terakhir yang mereka bawakan. Lagu tersebut berjudul  “Sayang”. Penampilan mereka pada saat itu bukanlah sebuah penampilan  yang harus mereka ingat. White Shoes and the Couples Company yang awalnya dijadwalkan untuk  bermain sebagai penutup diharuskan untuk bermain sebagai pembuka  dikarenakan jadwal yang mengharuskan mereka untuk berada di lokasi lain  pada pukul 22.00 WIB. Jadwal yang padat dari band jebolan Institut  Kesenian Jakarta (IKJ) ini menyebabkan penampil terbaik pada Rolling  Stone Release Party edisi Juni terdapat pada awal acara. Enam lagu  mereka bawakan dengan keatraktifan tingkat tinggi.
Aprilia Apsari dengan suara dan liukan tubuh yang retro dan manis,  Saleh Husein dengan permainan gitar elektriknya yang jumawa, Rio Farabi  yang menyatu dengan gitar akustiknya, Ricky Surya Virgana dengan jari  jemarinya yang lincah berlari ke sana kemari dalam bermain bass,  Aprimela Prawidiyanti yang memainkan hammondnya dengan sangat  mengasyikkan, dan John Navid yang menabuh drumnya dengan kemampuan kelas  atas. Selain tiga lagu yang berasal dari album terdahulu mereka, White  Shoes and the Couple Company juga sempat membawakan satu lagu cover  berjudul “Crosstown Traffic” yang diciptakan oleh Jimi Hendrix dan dua  lagu baru yang masing-masing berjudul “Vakansi” yang terinspirasi dari  karya-karya Ismail Marzuki dan juga “Matahari” yang terinspirasi dari  kehebatan suku Papua dalam staying true dengan alamnya. Lagu  ini memiliki sentuhan world music yang cukup kental, terutama  dari gebukan drum John Navid yang primitif dan bebunyian keyboard  Aprimela Prawidiyanti. Mantap. 

Mocca, White Shoes and The Couples Company, Homogenic, Supernova Meriahkan Rolling Stone Release Party Juni 2010 Walau hujan deras penonton tetap rela bertahan demi Mocca.

Jumat menjelang tengah malam (4/6) hujan mendadak turun dengan derasnya. Rolling Stone Release Party edisi Juni yang dipersembahkan oleh LangitMusik Telkomsel dimulai beberapa jam sebelumnya tanpa hujan telah sampai pada penghujung acara. Mocca, sebuah band indie pop andalan Kota Kembang, mendapat kesempatan untuk menjadi penampil ke empat sekaligus penutup pesta dengan membawakan lagu-lagu manis dan ceria di hadapan para fans-nya yang tidak mengindahkan guyuran air hujan di sekujur tubuh mereka.

Mereka membuka penampilan dengan “I Remember” yang diambil dari album sophomore mereka, Friends. Para penonton pun lantas secara otomatis ikut menyanyikan bersama Arina Ephipania Simangunsong, yang menurut MC Soleh Solihun adalah penyanyi wanita paling ceria di Indonesia karena senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya. “The Best Thing” dan “Do What You Wanna Do” yang sama-sama diambil dari album ketiga Mocca, Colours, dimainkan dengan jeda yang sangat singkat di antara lagu.

Sepertinya Mocca tidak tega melihat para fans nya berlama-lama berdiri dengan guyuran hujan yang deras. Setelah itu, Mocca membawakan sebuah lagu lagi untuk menggenapkan lagu yang mereka bawakan menjadi 4 lagu di konser ini. Walaupun tampil secara buru-buru, Mocca tetap dapat menjalankan tugas mereka sebagai penutup pesta dan juga memberikan kesan yang dalam bagi manusia-manusia yang telah menonton penampilan mereka malam itu.

Homogenic, yang seperti Mocca juga berasal dari Bandung, tampil sebagai band ketiga. Band yang baru saja merilis album ketiga mereka dengan judul Let A Thousand Flowers Bloom ini tampil dengan formasi terbarunya. Deena Dellyana yang bertanggung jawab di departemen rhythm programming dan synths, Grahadea Kusuf di departemen analog synths dan computer sequencing programming, dan Amanda Syachridar, sebuah nama baru pada daftar personil Homogenic, di departemen vokal. Ya, Amanda Syachridar yang merupakan mantan penyanyi dari proyek DJ Andezzz adalah pengganti Risa Saraswati yang telah mundur sebagai vokalis Homogenic sejak cukup lama.

Kedatangan Amanda Syachridar terasa sangat influensial bagi perubahan warna musik Homogenic. Duta musik elektronik Indonesia ini tadinya memiliki lagu-lagu yang didominasi dengan atmosfir gelap, namun materi album baru mereka kini menjadi lebih ceria dibandingkan dulu. Hal ini bisa didengar dari lagu pertama yang mereka bawakan pada Rolling Stone Release Party edisi Juni dengan judul “Happy Without You”. Walaupun begitu, atmosfir gelap yang berasal dari dua album Homogenic terdahulu masih tetap bisa terdengar di “Seringan Awan”, yang dibawakan sebagai lagu kedua mereka pada penampilan ini dan merupakan single pertama dari album Let A Thousand Flowers Bloom.

Penampilan Homogenic, yang pada malam itu mengenakan pakaian serba hitam, ditutup dengan sebuah lagu berjudul “Artificial Humanity” yang berasal dari album kedua mereka, Echoes of the Universe. Secara keseluruhan, bebunyian canggih yang mereka mainkan pada malam itu berhasil memukau para penonton yang hadir.

Penampil kedua pada malam itu adalah Supernova. Band yang berasal dari Purwokerto dan juara A Mild Live Wanted 2009 ini mengemban tugas berat dalam menghibur penonton Rolling Stone Release Party yang memang terkenal sangat selektif dalam menilai sebuah band, terutama band dengan aransemen musik yang jualan dan lirik yang didominasi dengan tema cinta yang pasaran. Tugas berat ini menjadi semakin berat ketika MC Soleh Solihun mulai beraksi dengan mulut pedasnya yang tersohor. Bahkan, Supernovans (sebutan bagi fans Supernova) yang hadir pun sempat dijadikan sasaran olehnya.

Supernova pun memainkan lagu pertamanya. Kumpulan penonton yang tadinya memenuhi bibir panggung satu per satu berbalik badan dan menjauh dari panggung. Lagu kedua yang berjudul “Terlalu Mendamba” pun memiliki efek yang sama dan kini bibir panggung menjadi tidak terlalu ramai. “Cukup Menyakitkan” yang menjadi lagu ketiga seperti menjadi ketokan palu dari seorang hakim. Kini penonton yang tersisa di bibir panggung hanyalah para Supernovans yang jumlahnya memang tidak banyak. Dan hal ini bertahan hingga saat Supernova merampungkan penampilannya dengan menyelesaikan lagu terakhir yang mereka bawakan. Lagu tersebut berjudul “Sayang”. Penampilan mereka pada saat itu bukanlah sebuah penampilan yang harus mereka ingat.

White Shoes and the Couples Company yang awalnya dijadwalkan untuk bermain sebagai penutup diharuskan untuk bermain sebagai pembuka dikarenakan jadwal yang mengharuskan mereka untuk berada di lokasi lain pada pukul 22.00 WIB. Jadwal yang padat dari band jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menyebabkan penampil terbaik pada Rolling Stone Release Party edisi Juni terdapat pada awal acara. Enam lagu mereka bawakan dengan keatraktifan tingkat tinggi.

Aprilia Apsari dengan suara dan liukan tubuh yang retro dan manis, Saleh Husein dengan permainan gitar elektriknya yang jumawa, Rio Farabi yang menyatu dengan gitar akustiknya, Ricky Surya Virgana dengan jari jemarinya yang lincah berlari ke sana kemari dalam bermain bass, Aprimela Prawidiyanti yang memainkan hammondnya dengan sangat mengasyikkan, dan John Navid yang menabuh drumnya dengan kemampuan kelas atas.

Selain tiga lagu yang berasal dari album terdahulu mereka, White Shoes and the Couple Company juga sempat membawakan satu lagu cover berjudul “Crosstown Traffic” yang diciptakan oleh Jimi Hendrix dan dua lagu baru yang masing-masing berjudul “Vakansi” yang terinspirasi dari karya-karya Ismail Marzuki dan juga “Matahari” yang terinspirasi dari kehebatan suku Papua dalam staying true dengan alamnya. Lagu ini memiliki sentuhan world music yang cukup kental, terutama dari gebukan drum John Navid yang primitif dan bebunyian keyboard Aprimela Prawidiyanti. Mantap.