<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0"><channel><atom:link rel="hub" href="http://tumblr.superfeedr.com/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"/><description>welcome to online event media</description><title>home digitalizing magz</title><generator>Tumblr (3.0; @tumbhome)</generator><link>http://tumbhome.tumblr.com/</link><item><title>Para personil Blink 182 memang nggak pernah untuk melupakan...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_lirklaPdYG1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Para personil Blink 182 memang nggak pernah untuk melupakan masa-masa jaya mereka di masa lalu. Begitu juga dengan persiapan album baru yang kini tengah mereka kerjakan. Setelah beragam pengalaman yang mereka jalani sendiri sejak mereka sempat berpisah di tahun 2005 lalu. Sebut saja dengan memulai band baru, acara televisi hingga kecelakaan pesawat. Beragam pengalaman tersebut ternyata mereka rangkum dan tersemat dalam album baru nanti.&lt;br/&gt;
“Saya hanya ingin memastikan jika kami tidak melupakan segala kecemasan itu. Saya ingin menyampaikannya melalui sebuah paket yang modern. Menggunakan instrumen dan sebuah formula untuk membawa pendengar ke nuansa yang berbeda lewat lebih dari tiga kort pop punk beserta reff-nya. Yang kami lakukan sekarang hanyalah mengambil esensi dari Blink 182 sendiri dan membuatnya menjadi sesuatu. Itulah yang membuat saya bergairah,” papar Tom DeLonge sang gitaris merangkap vokalis. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Album terbaru Blink 182 direncanakan akan terisi 10 – 12 lagu. Di lain itu trio ini juga berencana untuk menggelar tur dunia dan beragam festival yang mereka mulai di musim panas ini. Wah semoga saja mampir ke Indonesia ya.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157179531</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157179531</guid><pubDate>Mon, 28 Mar 2011 17:46:22 +0700</pubDate></item><item><title>All Time Low akhirnya memberikan bocoran cover album terbaru...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_lirk9e23Tz1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;All Time Low akhirnya memberikan bocoran cover album terbaru mereka, Dirty Works. Album tersebut adalah album studio kelanjutan dari Nothing Personal yang mereka rilis di tahun 2009 lalu. Sebelum keluar secara resmi, album ini akan lebih dulu diwarnai dengan peluncuran single mereka I Feel Like Dancin di iTunes pada tanggal 5 April 2011 mendatang.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157108474</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157108474</guid><pubDate>Mon, 28 Mar 2011 17:39:14 +0700</pubDate></item><item><title>Melalui sebuah wawancara bersama Details Magazine, sekali lagi...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lirk3eIikS1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Melalui sebuah wawancara bersama Details Magazine, sekali lagi Patrick Stump menegaskan atas pertanyaan yang menghubungkannya dengan perselisihan dalam tubuh Fall Out Boy. Perselisihan antara dirinya dengan sang bassis, Pete Wentz disinyalir menjadi momok bagi vakumnya kuartet tersebut. Walaupun Stump mengakui sempat ada perbedaan pendapat di antara mereka, tetapi ia yakin jika hubungannya dengan Wentz berlangsung dengan baik.&lt;br/&gt;
“Fall Out Boy baik-baik saja. Begitu juga dengan hubungan antar personilnya. Setiap musisi pasti mempunyai ego masing-masing dan berbeda. Kami pun mengalaminya, tetapi kini kami baik-baik saja,” paparnya tegas.&lt;br/&gt;
Perpecahan dalam tubuh Fall Out Boy juga menjurus kepadamantan istri Pete Wentz, Ashlee Simpson. Adik dari Jessica Simpson tersebut menjadi sosok yang disalahkan seperti halnya Yoko Ono yang dituduh memunculkan konflik dalam tubuh The Beatles.&lt;br/&gt;
“Tidak benar. Sepertinya terlalu jauh jika dihubungan dengan Ashlee. Begitu juga jika dirinya disamakan dengan Yoko Ono. Apalagi jika Fall Out Boy disandingkan dengan The Beatles. Saya rasa tidak pantas,” tambahnya lagi.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157073174</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/4157073174</guid><pubDate>Mon, 28 Mar 2011 17:35:38 +0700</pubDate></item><item><title>Kilas Balik Flight 666
Oleh : Oleh Deepti Unni

Foto :...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lgtkacF2E21qc2ctlo1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Kilas Balik Flight 666&lt;br/&gt;
Oleh : Oleh Deepti Unni&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Foto : EMI&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pada 31 Januari 2008, sebuah pesawat Boeing 757 dengan nomor penerbangan 666 memohon izin untuk mendarat di bandara Mumbai. Tapi ini bukan pesawat biasa, baik dari segi nomor penerbangannya yang tidak lazim, gambar iblis yang terlukis di ekor maupun namanya, Ed Force One. Pesawat ini telah dimodifikasi untuk mengangkut peralatan 12 ton dan 70 anggota kru. Tapi penumpang kehormatannya adalah Iron Maiden – yang sedang menjalani tur mereka yang paling ambisius sejauh ini, di mana mereka menempuh lebih dari 64,000 km untuk mendatangi 21 kota dalam 46 hari – dan pilotnya adalah vokalis Bruce Dickinson. Inilah kisah mereka.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Setidaknya kisah itulah yang disampaikan oleh sineas Sam Dunn dan Scot McFayden dari Banger Productions pada film dokumenter mereka yang ketiga, Iron Maiden: Flight 666, setelah sebelumnya mengkaji sejarah dan pengaruh metal pada Metal: A Headbanger’s Journey (2005) dan Global Metal (2008). Bagi yang kurang tahu tentang film-film itu, Sam Dunn – seorang antropolog dan penggemar heavy metal – memutuskan untuk menggali lebih dalam mengenai aliran musik kesukaannya agar dapat lebih  memahami metal. Dia berkolaborasi dengan Scot McFayden – mantan produser soundtrack sejumlah film dan proyek televisi – untuk melacak berbagai aspek budaya heavy metal di seluruh dunia dan berbicara dengan beraneka ragam artis, termasuk Alice Cooper, Tom Morello dari Rage Against the Machine, Angela Gossow dari Arch Enemy dan Alex Webster dari Cannibal Corpse. Metal: A Headbanger’s Journey memberi pencerahan mengenai kesalahpahaman seputar musik metal serta mengungkapkan beberapa aspek yang sulit dipahami bahkan oleh para sineas itu, seperti kancah black metal di Norwegia yang penuh masalah. Menyusul kesuksesan film pertama itu, duo tersebut membuat Global Metal, sebuah dokumenter tentang bagaimana budaya-budaya di seluruh dunia menyerap dan mengubah metal dengan menjelajahi kancah-kancah metal bawah tanah di tempat-tempat tak terduga di dunia, termasuk India.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selama pembuatan kedua film ini, Dunn dan McFayden sempat kontak dengan Iron Maiden, merekam konser mereka di Bengaluru pada Maret 2007 untuk dokumenter kedua, serta mengajukan proposal tentatif untuk membuat dokumenter tentang Maiden dalam waktu mendatang. Ketika Dunn membaca rilisan pers untuk tur dunia Somewhere Back in Time serta jadwalnya, dia tahu bahwa itu akan menjadi kesempatan sempurna untuk merekam band itu dan mengajukan idenya lagi. Rod Smallwood, manajer Maiden, terkesan oleh Metal: A Headbanger’s Journey, namun kurang yakin apakah idenya untuk  Maiden dapat dilaksanakan. “Rod merasa itu akan terlalu sulit – tur itu sendiri sudah begitu sulit – dan band itu takkan mau jika dikelilingi kamera. Kami mengira itu tak akan terwujud, tapi akhirnya dia setuju,” kata Dunn.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tur dunia Somewhere Back in Time adalah tur terbesar Iron Maiden, di mana mereka tampil di depan 2,5 juta penggemar dalam enam pekan. Tur ini dimungkinkan karena band itu memiliki pesawat sendiri serta seorang pilot dalam diri Dickinson. Namun perjalanan itu melelahkan karena band itu main hampir tiap dua hari sambil terbang 3.000 km antara kota-kota di Asia, Amerika Utara dan Selatan, serta Eropa. Tur ini dimaksud sebagai kilas balik seputar era keemasan band itu, sebuah aksi unjuk kekuatan untuk membuktikan bahwa kejayaan mereka belum pudar setelah kariernya berusia 30 tahun. Flight 666 mendokumentasikan tur ini, sebuah kesempatan sekali seumur hidup yang segera disambut oleh para sineas itu. Maiden terkenal karena enggak disorot kamera dan sangat menjaga privasi, jadi tak mudah bagi sineas itu untuk meraih kepercayaannya. Dickinson dan drummer Nicko McBrain merasa nyaman di depan kamera dan tak perlu banyak bujukan, tapi sisa personel band tetap was-was. “Yang lain sedikit lebih malu dan tertutup, serta tak biasa diikuti kamera, jadi butuh waktu untuk memperoleh kepercayaan mereka. Dick Bell, tour manager legendaris Maiden, berkata kepada kami, ‘Kalau kalian tidak memaksa, semuanya akan berhasil,’ jadi kami mengikuti nasihatnya dan itu manjur bagi kami,” kata Dunn sambil senyum. Scot menambahkan, “Nicko selalu terbuka, Bruce terbuka, Adrian [Smith, gitaris] sangat pemalu, Janick [Gers, gitaris] tak begitu menginginkan kehadiran kami. Tiap kali kami menyalakan kamera, dia pergi. Adrian dan Dave [Murray, gitarus] perlahan-lahan terbuka, tapi itu butuh waktu lama. Satu hal yang membantu adalah keramahan istri Adrian dan Bruce kepada kami. Mereka memahami apa yang kami berusaha lakukan dan mencoba membujuk orang-orang itu untuk membuka diri kepada kami.”&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saat menjelaskan proses perfilman dan logistik yang dibutuhkan, McFayden berkata, “Ada saya dan Sam, tiga juru kamera, seorang juru sound dan seorang line producer. Kami merekam footage sebanyak 500 jam dalam tujuh pekan – kami tak pernah mematikan kameranya. Setelah itu, proses edit butuh hampir satu tahun – tiga editor memilah-milah rekaman sebanyak 500 jam. Itu butuh real time untuk memasukkannya ke dalam komputer, jadi kami menghabiskan 50 jam per pekan selama 10 pekan hanya untuk memasukkannya ke dalam komputer dan 50 jam per pekan selama 10 pekan hanya untuk menontonnya, so it was a bit of a beast.”&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mengingat betapa perfeksionisnya Iron Maiden dalam proses produksi DVD konser, ada banyak spekulasi di forum penggemar dan grup diskusi di seluruh dunia mengenai apakah band itu akan mengawasi proses penyuntingan atau mengontrol proses perfilman. Ada sebuah kisah terkenal pada masa lampau, di mana Steve Harris, bassis dan pendiri Iron Maiden, melakukan intervensi untuk benar-benar menyuntung ulang lagu-lagu di DVD Rock In Rio karena merasa para editor tidak melakukan tugasnya dengan baik. Mengingat sejarah ini, Dunn dan McFayden sudah mengantisipasi bahwa band itu akan memberi masukan, tapi mereka terkejut karena intervensinya tergolong minim. Apakah band itu menerapkan penyensoran terhadap para sineas? “Steve Harris punya beberapa komentar, terutama seputar materi konser, untuk beberapa adegan yang kami gunakan, tapi kami terkejut karena band itu tak memiliki lebih banyak kritikan serta perubahan yang diinginkan. Jika Iron Maiden memakai narkoba di belakang panggung dan meniduri groupies, maka mungkin akan ada yang dipermasalahkan. Tapi mereka adalah kelompok yang cukup beradab, jadi tak ada yang perlu disembunyikan.” Penggemar yang mengharapkan adanya pengungkapan seperti di Headbanger’s Journey akan sedikit kecewa – berdasarkan DVD-nya, Iron Maiden adalah orang-orang yang bersih dan profesional di atas panggung maupun di luarnya.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3363310030</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3363310030</guid><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 22:27:48 +0700</pubDate></item><item><title>XCLUSIVE: Iron Maiden Lebih Tertarik Konser di Jakarta Daripada Menang Grammy Menyebut acara Grammy Awards itu memalukan karena mereka dipilih bukan oleh penggemar musik rock.</title><description>&lt;p&gt;“Saya kembali tidur setelah dengar kabar itu (Iron Maiden menang Grammy),” ujar Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden yang ditemui Rolling Stone dibelakang panggung beberapa jam sebelum mereka menggelar konser di Singapore Indoor Stadium pada Selasa (15/2) malam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
“Cukup senang ada seseorang yang memberi kami Grammy tapi yang lebih penting sebenarnya adalah para penggemar kami, apalagi penghargaan ini diberikan bukan oleh penggemar musik rock, tapi ini dipilih oleh&amp;#8230;.. saya sendiri tidak tahu siapa yang memilih,” ujarnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Iron Maiden pada akhir pekan lalu mendapat Grammy pertama mereka dalam 35 tahun sejak pertama kali terbentuk di London, Inggris. Iron Maiden menerima penghargaan “Best Metal Performance” untuk lagu “El Dorado” dari album terakhir mereka, The Final Frontier.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dickinson juga menjelaskan bahwa para personel Iron Maiden lainnya merespon kemenangan ini dengan biasa-biasa saja. Bahkan ketika ditanya apakah mereka akan datang langsung ke Staples Center, Los Angeles untuk menerimanya jika tidak sedang tur, ia dengan tegas menolak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;“Tidak. Acara itu memalukan! Grammy Awards itu memalukan. Mereka membagi-bagikan ratusan trofi&amp;#8230; kategori ’gitar Hawaiian terbaik’ atau apalah, pokoknya seperti itulah. Sebuah perayaan besar yang lebih mirip antrian tiket parkir saja sebenarnya,” tegas Dickinson.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dickinson juga bercerita bahwa di dalam kamp Iron Maiden tidak ada pesta khusus atas kemenangan ini. ”No, good God, no!,” jawabnya singkat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;”Tapi kami sangat menikmati malam Ivor Novello Awards dulu. Ini karena Novello Awards adalah penghargaan bagi para pencipta lagu yang diselenggarakan dan dipilih oleh asosiasi pencipta lagu di Inggris. So, that was cool,” jelasnya lagi tentang penghargaan International Achievement yang diterima Iron Maiden di tahun 2000 dulu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Uniknya, ketika ditanya lebih lanjut tentang rencana konser mereka di Indonesia Dickinson tampak sangat gembira.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;“Nah, saya jauh lebih tertarik untuk membahas rencana konser kami di Indonesia itu daripada menang Grammy,” ujarnya.  &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa Iron Maiden akan tampil di Jakarta dan Bali selama dua jam penuh masing-masingnya dan membawakan lagu-lagu yang diambil dari album terakhir mereka, The Final Frontier dan tentunya sederetan hits klasik Iron Maiden yang telah dikenal sejak lama seperti ”Fear of the Dark,” ”The Trooper” hingga ”Number of the Beast.”&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3363288528</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3363288528</guid><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 22:25:53 +0700</pubDate></item><item><title>Pre Sale Iron Maiden, 3000 Tiket Pre Sale dalam 1 hari Ludes Terjual! </title><description>&lt;p&gt;Gembar-gembor konser Iron Maiden di Indonesia (17 Feb 2011 Jakarta dan 20 Feb 2011 Bali) akhirnya terbayarkan sudah dengan dibukanya presale selama satu hari yaitu pada tanggal 14 November 2011 kemarin yang bertempat di VIP Pintu Barat Stadion Utama Gelora Bung karno, Jakarta (tepatnya dibawah patung panah Stadion) itu digelar.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Adapun tiket presale yang dibuka pada hari itu hanya Festival A = Rp. 600.000 sebanyak 1000pcs dan Festival B = Rp. 400.000 sebanyak 2000pcs LUDES terjual WOW!!!. Dan sejak dibuka presale tersebut pada jam 10.00wib sudah banyak gerombolan para metalheads yang sudah mengantri dengan tertib sejak jam 07.00wib, dan alhasil mereka mendapatkan tiket presale dengan harga yang murah, sepertin yang di kutip&lt;i&gt; KASKUS.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Antrian panjang sekitar lebih dari 2 meter ini memang sangat didukung dengan cuaca yang terik itu tidak menyurutkan para metalheads untuk rela menunggu, mulai dari orang tua sampai anak muda dan bahkan ada sebagian anak muda yang belum tahu dengan Iron Maiden pun ikut mengantri dengan sabar.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Barisan antrian yang dibagi dengan 2 bagian dengan 2 pintu dan didukung 2 meja besar (masing-masing dibagi menjadi 3 loket dengan computer untuk meng-input data lengkap beserta Nama, No.Telp, KTP dan jumlah tiket presale yang dipesan) para penjual tiket presale siap melayani para metalheads yang datang pada hari itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dan bagi yang sudah mendapatkan bukti pembelian presale Iron Maiden (dengan ukuran kertas A4) pada tanggal 14 November 2010, lalu bukti tersebut agar ditukarkan dengan tiket asli menjelang konser berlangsung yaitu H-2.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kedatangan Iron Maiden ke Indonesia tidak lepas dari dukungan para Troopers (sebutan para fans Iron Maiden) yang membuat grup ‘1 JUTA TROOPS dukung ORIGINAL PROD undang IRONMAIDEN ke INDONESIA 2010/11′, adapun kelompok penggemar Iron Maiden sendiri yang tergabung dalam grup tersebut mencapai 13.500 anggota dan saat ini anggota yang aktif mencapai 1.600 orang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perlu diketahui juga, bahwa Indonesia Iron Maiden Troopers sudah berdiri sejak 1 April 2009 dan pergerakan mereka dalam grup di Facebook ini mendapat pantauan tersendiri dari management Iron Maiden dan akhirnya mereka pun membantu Original Production untuk mewujudkan konsernya di Indonesia. &lt;b&gt;(rits)&lt;/b&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lgj8f1eFZw1qbd4cc.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3262393741</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3262393741</guid><pubDate>Sun, 13 Feb 2011 08:35:47 +0700</pubDate></item><item><title>Kirk Hammett Mengaku Penggemar Berat Mendiang Gary Moore</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lgikkwU6sJ1qbd4cc.jpg"/&gt;&lt;b&gt;Mengaku beberapa bagian gitar lagu &amp;#8220;Master of Puppets&amp;#8221; dan &amp;#8220;The Unforgiven&amp;#8221; terinspirasi eks-gitaris&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Simpati terus berdatangan untuk mantan gitaris band, Thin Lizzy, Gary Moore. Ia diperkirakan meninggal pada hari Minggu (6/2) lalu di Hotel Kempinski, Estepona, Spanyol. Kali ini salah satu gitaris metal ternama, Kirk Hammett, memberikan penghormatannya kepada mendiang Robert William Gary Moore kepada Rolling Stone via telepon.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kirk Hammett mengaku seorang penggemar Thin Lizzy. Ia merasakan ada yang beda di album terbaru Thin Lizzy saat itu, Black Rose. “Saya mendengarkan ‘Waiting For An Alibi’ di radio kampus dan saya sangat terkagum dengan permainan gitar di lagu itu. Saya langsung tahu itu bukan Brian Robertson atau Scott Gorham yang bermain,” ungkap Hammett.&lt;br/&gt;
Setelah itu ia mengetahui dari sampul album tersebut bahwa Gary Moore adalah gitaris yang bermain di lagu yang ia dengarkan itu. “Permainannya membuatku sangat kagum dari pertama kali saya mendengarnya,” imbuhnya&lt;i&gt; kepada majalah Rolling Stones&lt;/i&gt;.&lt;br/&gt;
Hammett juga mengaku bahwa beberapa permainan gitarnya di lagu yang ia mainkan dan ciptakan bersama Metallica juga terinspirasi dari permainan gitar Gary Moore. ”Gary Moore sangat memepengaruhi awal dari solo gitar lagu ‘Master of Puppets’ itu merupakan variasi dari beberapa permainan gitar Gary Moore,” cerita Hammett.&lt;br/&gt;
Tidak hanya satu lagu, lagu “The Unforgiven” di album hitam juga mendapat inspirasi dari pemain gitar yang pernah membentuk band G-Force tersebut. ”Saya ingat mendengarkan album blues-nya… Saya ingat terinspirasi dan menulis beberapa rif gitar dari sound dan perasaan permainannya. Dan rif itu menjadi bagian di lagu ‘The Unforgiven’ di album hitam,” kenangnya lagi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Gitaris Metallica ini baru bertemu dengan almarhum satu setengah tahun lalu di sebuah lift di hotel ketika sedang berada di Jerman. ”Saya tidak percaya, langsung mengenalkan diri saya dan mengatakan bahwa saya adalah penggemar beliau. Saya sedikit terintimidasi karena mendengar sebelumnya ia tipe pemarah dengan gitaris yang mengikuti gayanya. Ternyata dia sangat ramah terhadap saya dan saya merasa senang mendapat kesempatan itu.”&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Gary Moore merupakan mantan gitaris band besar yang juga sukses dengan karir solonya. Gary Moore meninggal pada usia 58 tahun. Sejak berkarir profesional hingga meninggal almarhum sudah membuat lebih kurang 19  album studio baik bersama Thin Lizzy atau solo karir. Walau kerap  keluar dan kembali bersama Thin Lizzy, ketika bersama gitaris itu Thin Lizzy memiliki masa kejayaannya. &lt;b&gt;(rits)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3253777356</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3253777356</guid><pubDate>Sat, 12 Feb 2011 23:59:00 +0700</pubDate></item><item><title>&lt;b&gt;Gitaris Gary Moore meninggal dunia&lt;/b&gt;</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lgihmoFl331qbd4cc.jpg"/&gt;&lt;b&gt;Gitaris asal Irlandia Gary Moore meninggal dunia saat tengah menjalani liburan di Spanyol hari Minggu (6/2) waktu setempat.&lt;br/&gt;&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;
Moore yang pernah memperkuat grup legendaris asal Irlandia,Thin Lizzy ini meninggal dalam usia 58 tahun. Manager Thin Lizzy, Adam Parsons mengatakan kepada BBC bahwa dia ditemukan meninggal pada hari Minggu pagi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Moore sendiri bergabung dengan Thin Lizzy karena ajakan Phil Lynott untuk menggantikan gitaris Eric Bell. Dalam wawancara Bell menyatakan dia masih terkejut dengan kematian Moore. &amp;#8220;Saya masih belum percaya dengan kabar tersebut,&amp;#8221; kata Bell. &amp;#8220;Dia terlihat bugar dan dia adalah pria yang sehat&amp;#8221;. Seperti yang dikutip oleh media &lt;i&gt;BBC.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Editor majalah musik Irlandia, Hot Press, Niall Stokes menggambarkan Moore sebagai seseorang yang jenius. Karya Moore banyak mendapat pujian dari para kritikus musik termasuk karyanya dalam album Thin Lizzy, Nightlife yang diluncurkan pada tahun 1974.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Keberadaannya bersama grup itu seolah memberi warna tersendiri. Selama bergabung dengan grup tersebut dia tidak pernah terbawa dalam format musik Thin Lizzy.&lt;br/&gt;
Pada tahun 1975 dia melepas album solo pertamanya, Grinding Stone dan penampilannya di album ini membuat dia dikenal sebagai musisi yang punya ciri dan talenta tersendiri yang luar biasa.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski demikian karir solo Moore juga terus berlanjut dan merajai tangga lagu Inggris salah satunya lewat singlenya Parisienne Walkways dan Out In The Fields. Selama karirnya dia dikenal sebagai gitaris yang tampil dalam berbagaigenre musik seperti blues, metal dan hard rock. &lt;b&gt;(rits)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3252855189</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3252855189</guid><pubDate>Sat, 12 Feb 2011 22:58:31 +0700</pubDate></item><item><title>Java Jazz On The Move</title><description>&lt;p&gt;Prior to the big event, Jakarta International Java Jazz Festival starts up the &amp;#8216;fever&amp;#8217; by holding a series of pre-event, known as Java Jazz on the Move (&amp;#8220;JJOTM&amp;#8221;). Performing at Java Jazz on the Move are popular Indonesian and international artists (the international artist usually perform a couple of days prior to the D-day) who are usually successful in peaking jazz lovers in particular, and music lovers in general, to attend the main event. Java Jazz on the Move takes place at popular hang out venues such as shopping centers, malls, clubs, and on some occasions, universities. Java Jazz on the Move creates a fever that only the main event, Jakarta International Java Jazz Festival, can cure.&lt;br/&gt;
Schedule&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Keep yourself updated for JJOTM 2011&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Margo City Depok &lt;br/&gt;
Friday, 28 January 2011&lt;br/&gt;
18:00 - 23:00&lt;br/&gt;
RAN, ADE &amp;amp; BROTHERS, JW QUINTET, SLODYOZ, ESPOZA, GONIN, NANTA AND FRIENDS&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Summarecon Mall Serpong Tangerang&lt;br/&gt;
Sunday, 30 January 2011&lt;br/&gt;
19:00 - 22:00&lt;br/&gt;
ELLO, RAISA&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Puri Indah Mall&lt;br/&gt;
Saturday, 12 February 2011&lt;br/&gt;
19.00 - 21.00&lt;br/&gt;
The Jongens Jazz Quartet, Barry Likumahuwa Project (BLP)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;@America &lt;br/&gt;
Sunday, 13 February &amp;amp; 1 March 2011&lt;br/&gt;
19:00 - 21:00&lt;br/&gt;
Bonita &amp;amp; the husBand, David Manuhutu, Fraya&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Margo City Depok &lt;br/&gt;
Friday, 18 February 2011&lt;br/&gt;
18.00 - 23.00&lt;br/&gt;
Maliq &amp;amp; D&amp;#8217;Essentials, David Manuhutu, 1st Impression, Captive, Jacket Potatoes, Margo Rising Stars, Circle of Fifth&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Lapiazza &lt;br/&gt;
Sunday, 20 February 2011&lt;br/&gt;
19.00 - 21.00&lt;br/&gt;
Andien, Indonesia Youth Regeneration&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Binus University &lt;br/&gt;
Friday, 25 February 2011&lt;br/&gt;
19.00 - 21.00&lt;br/&gt;
Soulvibe, Indra Aryadi&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;UNTAR, Grogol &lt;br/&gt;
Friday, 25 February 2011&lt;br/&gt;
13.00 - 16.00&lt;br/&gt;
DREW, Abdul &amp;amp; The Coffee Theory&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;FX &lt;br/&gt;
Saturday, 26 February 2011&lt;br/&gt;
19.00 - 21.00&lt;br/&gt;
DREW, Spero&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Summarecon Mall Serpong &lt;br/&gt;
Sunday, 27 February 2011&lt;br/&gt;
19.00 - 23.00&lt;br/&gt;
DREW, Iwan Abdie, Hendrik Meurkens, KOSAKATA, Subway Heat&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Black Cat &lt;br/&gt;
Monday, 28 February - 3 March 2011&lt;br/&gt;
20.00 - 22.00&lt;br/&gt;
Hendrik Meurkens, Kilimanjaro, Tony Monaco, Fareed Haque and MATHGAMES, Los Amigos&lt;br/&gt;&lt;b&gt;(rits)&lt;/b&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lgeo2suOP61qbd4cc.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3216300605</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3216300605</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 21:27:06 +0700</pubDate></item><item><title>Film Musikal Elton John</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lgelakpbP71qbd4cc.jpg"/&gt;Elton John berencana untuk menggarap film musikal yang bercerita tentang kehidupannya. &lt;/p&gt;

&lt;p&gt; &lt;br/&gt;
Menggandeng Lee Hall untuk diajak kerja sama, Elton John menginginkan sebuah film musikal yang dapat menggambarkan secara realistis kehidupan John, baik itu kehidupan pribadinya maupun kariernya selama bermusik. Lee Hall adalah penulis film Billy Elliot yang dibintangi oleh Jamie Bell.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Penyanyi legendaris yang memiliki nama lengkap Sir Elton Hercules John tersebut juga menginginkan adanya sentuhan fantasi di dalam filmnya nanti, untuk kesan sensasional. Ia menginginkan warna filmnya kurang lebih seperti film Baz Lhurmann, Moulin Rouge. Kepada Chris Evans, penyiar radio BBC 2 seperti dikutip Rollingstone.com, Elton John mengatakan, “Film ini harus benar-benar menggambarkan pribadi saya dan hidup saya yang surreal. Contohnya ketika saya membeli sebuah klub bola,” seperti yang dikutip majalah &lt;i&gt;Rolling STones Indonesia&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Ia juga mengatakan bahwa Lee Hall telah menyelesaikan naskahnya. Sejauh ini persiapan produksi film hanya sampai di situ. Belum ada jadwal yang tetap kapan akan mulai syuting dan pemeran pun belum ditentukan hingga saat ini. &lt;b&gt;(rits)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/3215811488</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/3215811488</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 20:25:54 +0700</pubDate></item><item><title>Selamat jalan Diandra amalia istri dari buluk Superglad

Diandra...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_l6w2ohua3F1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Selamat jalan Diandra amalia istri dari buluk Superglad&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Diandra amalia , yang kita kenal selama ini sebagai istri tercinta dari Lukman Laksmana atau yang lebih dikenal sebagai “Buluk Superglad”,9 Agustus Sore ini pukul 16.00 telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa. Buluk sebagai suaminya tentu merasa terpukul karena istri yang sangat dicintainya ini harus meninggalkanya beserta buah hatinya.Seperti yang dikabarkan istrinya sempat koma dalam beberapa hari namun tidak juga meyadarkan diri,diandra sendiri memang sudah divonis terkena pneumonia/infeksi paru2. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-NYA (ref).&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/927197305</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/927197305</guid><pubDate>Mon, 09 Aug 2010 21:24:17 +0700</pubDate></item><item><title>The Time Traveler : Edukasi Rock Lokal Untuk Pemuda</title><description>&lt;h3&gt;Percaya nggak percaya, mereka bagian langsung dari sejarah musik  Indonesia.&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;br/&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;
&lt;img src="http://hai-online.com/var/gramedia/storage/images/hai2/latest-issue/music/the-time-traveler-edukasi-rock-lokal-untuk-pemuda/2632232-1-ind-ID/The-Time-Traveler-Edukasi-Rock-Lokal-Untuk-Pemuda_large.jpg" width="300" height="219"/&gt;&lt;br/&gt;

&lt;p&gt;The Time Traveler merupakan sebuah band &lt;em&gt;jamming &lt;/em&gt;ber-&lt;em&gt;genre &lt;/em&gt;Indorock   (musik rock indonesia era 50-an) yang konon personilnya selalu berbeda  di setiap panggungnya. Pada saat manggung di acara Roti Tjikini IKJ band  ini dijaga oleh Pepeng &amp;#8220;Naif&amp;#8221;, pemain bertahan di mandatkan kepada Awan  Garnida yang notabene nya merupakan bassist sore. Yang menghebohkan  pada saat bermain di acara HUT IKJ ke 40, ROTI TJIKINI IKJ band ini  menampilkan 5 orang gitaris secara langsung pada &lt;em&gt;show &lt;/em&gt;mereka kali  itu, Band ini merupakan band tanpa &lt;em&gt;stricker&lt;/em&gt; (vocalist). Salah  satu gitarisnya adalah Rio Dalimonthee, rocker gaek yang merupakan  pelaku sejarah Indorock itu sendiri, Opa Rio Dalimonthee juga merupakan  gitaris Timebreakers, sebuah band masa lampau yang ngetop di negeri  kompeni “belanda” yang personilnya didominasi anak bangsa indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada penampilannya di hari ke 7 rangkaian acara HUT IKJ ke 40 hari Senin  (5/7) lalu, di tengah dinginnya tengah malam pasca hujan mengguyur  jakarta, band ini memainkan musik &lt;em&gt;instrumental rock &lt;/em&gt;khas taun  50an yang cukup memanaskan suasana dan seakan – akan membawa kita  kembali ke semangat rock taun 50-an.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Pepeng &amp;#8220;Naif&amp;#8221; sendiri, band ini merupakan band untuk edukasi  musik indorock era 50an untuk masyarakat atau penikmat musik jaman  sekarang yang mungkin belum pernah mengenal musik Indorock era 50an itu  sendiri. &lt;em&gt;So &lt;/em&gt;bagian kalian yang penasaran seperti apa musik  Indorock yang berjaya di era opa/oma kalian dahulu kala, silahkan  buktikan sendiri!&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/815249525</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/815249525</guid><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 21:03:06 +0700</pubDate></item><item><title>Rock n` Roll Band Terbaru dari Ariyo Wahab

Band ini muncul...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_l5lpr97rxp1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rock n` Roll Band Terbaru dari Ariyo Wahab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Band ini muncul bukan karena ada masalah internal di tubuh  The Dance Company. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
  		 			Sebetulnya, sebelum Ariyo Wahab diajak bergabung dengan The Dance  Company, dia sudah punya rencana untuk membuat rock n’ roll band bersama  Coki, seorang gitaris yang sangat terpengaruh Keith Richards dan  menjadi gitaris di band cafe bernama Lemon Tree. Ariyo Wahab mengenal  Coki sejak dia masih kecil. Coki tergabung dengan band di mana kakaknya  Ariyo menjadi vokalis. Coki menjadi Keith Richards, kakak Ariyo menjadi  Mick Jagger-nya di band yang membawakan lagu-lagu The Rolling Stones  itu.  		 			  		 			“Coki itu gitaris hebat, cuma belum dikenal banyak orang,” kata  Ariyo.  		 			  		 			Tapi, rencana sejak tahun 2007 itu harus tertunda begitu The Dance  Company [TDC] berdiri dan Ariyo sibuk berpromosi band itu.  Kawan-kawannya di TDC mengetahui soal proyek musikal yang sedang  direncanakan Ariyo ketika dia diajak bergabung dengan TDC. Rabu [14/7]  siang, di kantor Nagaswara, Ariyo mengenalkan band barunya yang bernama  Free On Saturday [F.O.S]—alasan pemilihannya mudah ditebak, karena  mereka hanya bisa berkumpul di hari Sabtu—kepada para jurnalis.  Perusahaan rekaman itu yang dituju Ariyo untuk ditawarkan, karena TDC  sudah lebih dulu rilis album oleh Nagaswara.  		 			  		 			“Kami merilis F.O.S. karena Nagaswara pengen punya band kayak gini.  Pokoknya saya harapkan tahun ini jadi tahun rock,” kata Rahayu  Kertawiguna dari Nagaswara.  		 			  		 			Selain Coki, mereka mengajak Benny untuk memainkan kibord. Ariyo  mengatakan bahwa tiga orang sudah cukup, demi memudahkan untuk proses  kreatifnya. Selebihnya, biarlah mereka merekrut additional players.  “Begitu gua denger Coki maenin gitarnya, nada-nada vokal gua keluar  dengan mudah dan enak sampe akhirnya jadi musik yang kami banget.  Setelah ketemu Coki, terjadilah kecocokan. Waktu gua dengerin materinya  ke Pak Rahayu, dia seneng. Katanya ini band kayak band Australia, kayak  musik bule!” kata Ariyo sambil tersenyum.  		 			  		 			Untuk sementara, Free On Saturday hanya akan merilis single: yang  pertama dilempar adalah “Mama Bilang”, sebuah lagu dengan nafas rock n’  roll yang kental pengaruh The Rolling Stones, Aeorosmith, The Black  Crowes dan Lenny Kravitz. Sebenarnya tujuh lagu telah selesai direkam,  tinggal menunggu mixing. Tapi mini album itu baru akan dirilis  rencananya bulan Desember tahun ini. Sebelum itu rilis, Nagaswara akan  merilis dua single F.O.S. dalam sebuah album kompilasi rock bersama  band-band Nagaswara lain yang memainkan musik rock [beberapa band rock  yang ada di bawah Nagaswara adalah Koil, Endank Soekamti dan Funky  Kopral]. 		 			  		 			“Gua sih pengennya musik F.O.S. lebih banyak maen di out door, karena  sama TDC gua lebih sering maen di indoor. Nggak tahu kenapa, tapi  orang-orang lebih banyak ngundang TDC buat maen di indoor, makanya waktu  beberapa hari lalu kami maen di outdoor seneng banget. Mudah-mudahan  sama band yang baru ini, tawaran buat manggung outdoor lebih banyak,”  kata Ariyo. 		 			  		 			Walau Ariyo menjadi vokalis di band baru ini, bukan berarti dia  hengkang dari TDC. Sebuah SMS yang dikirim oleh publisisnya untuk  mengundang jurnalis datang, malah menghembuskan gosip soal Ariyo tak  cocok dengan Pongki Barata—sebuah langkah yang sebenarnya kurang disukai  Ariyo. “Gua nggak mau band ini terangkat karena berita negatif yang  dihubungkan sama Dance Company. Tapi, anak-anak juga udah memperingati  gua, supaya siap-siap ditanya sama orang,” kata Ariyo.  		 			  		 			Nyatanya, Ariyo Wahab mendapat restu penuh dari kawan-kawannya di The  Dance Company. Dia menepis anggapan bahwa dengan mendirikan band rock  n’ roll, publik akan kebingungan dengan imej Ariyo di dua band rock n’  roll.  		 			  		 			“The Dance Company itu bukan band rock n’ roll. Kebetulan aja  masyarakat kenal pertamanya dengan lagu “Papa Rock n’ Roll” tapi kalau  didengerin satu album, itu musiknya bervariasi. Soal bagaimana gua  membagi waktu antara The Dance Company dan Free On Saturday, biarlah itu  jadi masalah gua, nggak perlu dibagi sama orang lain,” katanya. &lt;br/&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/815177079</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/815177079</guid><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 20:35:33 +0700</pubDate></item><item><title>Coklat Siap luncurkan LINE UP baru</title><description>&lt;p&gt;Setelah bersama selama lebih kurang 14 tahun, merilis 7 album studio dan  total menjual jutaan keping album, Cokelat mengalami goncangan terbesar  sepanjang sejarah karir bermusik mereka di Indonesia. Namara Surtikanti  alias Kikan, vokalis band ini telah menyatakan mundur dari band sejak  akhir Maret 2010 silam. Belum lagi kabar ini tersiar di media massa,  akhir Juni silam menyusul mundur pula dari band, drummer Cokelat Ervin  Syam Ilyas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kabar resmi hengkangnya setengah kekuatan Cokelat ini disampaikan  langsung untuk pertama kalinya secara eksklusif kepada Rolling Stone  oleh bassist sekaligus salah seorang pendiri Cokelat, Ronny Nugroho dan  gitaris Edwin Marshal Syarif di Rolling Stone Cafe, Jakarta pada Rabu  (14/7) malam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”OK, kondisi terakhir kini di Cokelat yang tersisa cuma tinggal gue,  Edwin dan Ernest. Kikan &lt;em&gt;resigned&lt;/em&gt;, sebelumnya kami sempat  melakukan &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;untuk lagu baru namun tiba-tiba di tengah  jalan, sekitar akhir Maret lalu ia menyatakan mundur dari band.  Alasannya, menurut Kikan, ia sudah tidak bisa lagi mengikuti jadwal  Cokelat. Kami adalah band yang &lt;em&gt;high tension&lt;/em&gt;, setiap minggu  jalan terus dan dia merasa keteteran dengan jadwal Cokelat. Kami pun  menerima alasannya,” jelas Ronny panjang lebar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kondisi yang sedikit berbeda terjadi pada drummer Ervin Syam Ilyas,  Ronny menjelaskan, ”Gue juga sedih karena kami tiba-tiba harus  kehilangan Ervin juga.  Pada saat Kikan tidak bergabung lagi, ada  sesuatu, ini yang gue rasakan ya, Ervin seperti kurang semangat lagi  dengan band ini. Mungkin Ervin merasa semangatnya udah hilang. Terus  terang gue nggak bisa mewakili dia untuk berbicara tentang hal ini,  karena sebenarnya dia nggak resigned juga,” jelas Ronny mengambang.  Ketika ditanya lebih lanjut apakah Ervin mundur atau dipecat dari  Cokelat, kedua personel Cokelat ini hanya tersenyum. ”Yang pasti kami  berpisah,” jelas Ronny.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Hingga berita ini diturunkan, Kikan dan Ervin saat dihubungi Rolling  Stone via short message service serta Twitter untuk memberikan  klarifikasinya belum memberikan respon sama sekali. Keduanya tidak  membalas permohonan wawancara via telepon yang dikirimkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Panggung terakhir Cokelat bersama Kikan dan Ervin terjadi pada hari  Minggu (4/7) silam di panggung Jakarta Fair 2010. Saat itu bassist Ronny  berhalangan hadir karena tengah sakit demam berdarah dan posisinya  digantikan sementara oleh bass technician Cokelat.  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Menurut gue, &lt;em&gt;it’s about time&lt;/em&gt;. Gue melihat sendiri Kikan  kewalahan. Kasihan ke dia juga. Secara pertemanan gue kasihan karena  banyak banget jadwal yang dengan berat hati harus kami sesuaikan dengan  dia. Banyak juga jadwal pribadinya dia juga yang terganggu karena  Cokelat. Kacamata yang kami ambil adalah Kikan sebagai &lt;em&gt;single parent&lt;/em&gt;,  ia ibu dari dua anaknya tercinta. Terlepas dari urusan band ia juga  sering cerita ke kami betapa ribetnya menjadi seorang ibu sekaligus  vokalis band. Kebetulan gue baru punya anak, baru berumur 11 bulan, jadi  gue paham kondisinya. Tapi gue adalah bapak, istri gue masih bisa  menjaga anak gue. Sementara Kikan itu hebat, dia harus mengurus anak  sambil manggung atau tur sekaligus,” kata Ronny.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Bagi Cokelat sendiri mundurnya Kikan dan Ervin jelas menjadi sebuah  tantangan baru, &lt;em&gt;a new challenge&lt;/em&gt;. Konsep yang kami bikin selama  ini selalu terpatok oleh sebuah kondisi yang memang, bukan kami sebut  sebagai hambatan, namun ada keterbatasan untuk mencapai sesuatu yang  lebih. Istilahnya yang keluar dari konsep Cokelat selama ini, ingin yang  lebih gokil,” tambah Ronny.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Dan Cokelat itu bukan hanya Kikan saja. Kami adalah band, kolektif  kreatif dari lima orang personel di dalamnya, mulai dari &lt;em&gt;songwriting&lt;/em&gt;,  &lt;em&gt;arranging&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;concepting &lt;/em&gt;dan semua ide kreatif lainnya  terlahir dari kesatuan lima orang ini. Memang ompong tapi kami masih  tersisa tiga orang lagi di dalamnya untuk membangun band ini menjadi  lebih kuat lagi dari sebelumnya. Apalagi Kikan juga sempat bilang kalau  band ini harus jalan terus dan tetap solid seperti sebelumnya,” imbuh  Ronny.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Untuk mencari pengganti Kikan, ternyata Cokelat secara diam-diam  selama beberapa bulan terakhir ini telah melakukan proses audisi vokalis  secara tertutup. Menurut Edwin, proses audisi ini diikuti sekitar 100  orang vokalis yang hampir kesemuanya berdasarkan rekomendasi dari  teman-teman mereka. Para pesertanya ada yang datang dari Bali,  Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan bahkan Surabaya. Bahkan beberapa nama  vokalis yang telah cukup eksis di industri sempat mereka ajak untuk &lt;em&gt;jam  session&lt;/em&gt; di studio.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Dari 100 orang vokalis yang kami audisi secara &lt;em&gt;underground &lt;/em&gt;tersebut  akhirnya kami persempit lagi menjadi hanya menjadi 5 orang kandidat, 3  orang kandidat dan terakhir 1 orang kandidat yang kini telah kami pilih  sebagai vokalis baru Cokelat,” kata Ronny.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akhirnya dari audisi super-ketat tersebut yang lolos terpilih sebagai  vokalis terbaru Cokelat adalah Sarah Hadju, mantan finalis Indonesian  Idol 4 (2007). Sementara untuk posisi drummer hingga kini mereka masih  biarkan lowong dan menggunakan &lt;em&gt;additional drummer&lt;/em&gt; bernama Otto  Pambudi yang juga merupakan drummer band Omelette.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Secara pribadi gue cukup mengamati sepak terjang Sarah ketika dia  ikut di Indonesian Idol karena kebetulan saat itu ia sempat menyanyikan  lagu ’Karma’ dan dia keren. Ketika di album kompilasi &lt;em&gt;Indonesian  Idol &lt;/em&gt;dia juga merekam lagu itu. Tapi sama seperti Ronny, tidak  pernah terpikirkan kalau kami akan mendapat vokalis baru dari kontes  bakat seperti ini. Tapi ternyata dalam prosesnya ada juga dari ajang  mencari bakat lainnya yang ikut di audisi kami. Karena kebetulan gue dan  Ernest sekarang punya label akhirnya ketika mencari vokalis baru  Cokelat ini gue mengumumkannya bahwa kami sedang mencari penyanyi  perempuan untuk diorbitkan. Sampai akhirnya Ernest menemukan Sarah via  Twitter, mulai berkomunikasi via Twitter sampai akhirnya ia kami undang  langsung ke studio untuk jam session menyanyikan lagu Cokelat dan ia   sangat kaget,” jelas Edwin panjang lebar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Bersama Sarah Hadju dan Otto Pambudi, Cokelat telah merekam dua  single terbaru mereka yang rencananya akan segera rilis dalam waktu  dekat. Single bertitel ”Tanpa Rasa” dan ”Yang Berbeda” ini menampilkan  Cokelat dalam rasa baru yang sama sekali berbeda dengan lagu-lagu mereka  sebelumnya. Karakter vokal Sarah Hadju yang cenderung bluesy membuat  orang awam yang mendengar tak akan menyangka bahwa ini adalah Cokelat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Formasi terakhir Cokelat sekarang ini adalah Sarah Hadju (vokal),  Edwin Marshal (gitar), Ronny (bass) dan Ernest Syarif (gitar). Panggung  pertama Cokelat bersama vokalis baru ini akan terjadi pada 24 Juli  mendatang di Jakarta.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/815170708</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/815170708</guid><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 20:33:04 +0700</pubDate></item><item><title>Barisan Rudeboys Menghentak di 40 Tahun IKJ Kolektif band ska,...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_l5lpkli2go1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Barisan Rudeboys Menghentak di 40 Tahun IKJ Kolektif band ska, reggae, rocksteady, hingga dub yang tergabung dalam album Return of the Root Bois&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Acara molor sekitar satu jam dari jadwal yang direncanakan, yakni  sekitar pukul delapan malam selepas hujan, Thoriq Madani baru mengawali  rentetan serangan musikal yang dilancarkan ke arah venue Institut  Kesenian Jakarta oleh band-band genre ska/reggae/dub  Ibukota.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ironisnya, pada hari Jum’at (9/7) lalu dari rangkaian perayaan Ulang  Tahun yang ke-40 Institut Kesenian Jakarta itu turut pula diwarnai rasa  duka. Siang harinya sekitar pukul 13:00 WIB, Aditya Tobing  salah satu  dosen IKJ baru saja meninggal dunia. “Kami sangat kehilangan kakak yang  sangat berdedikasi, tapi hilang satu tumbuh seribu fren!,” ujar  seorang  personil dari Sound Solution.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Papan Luncur yang baru saja merilis album beberapa waktu lalu  menguntit di panggung setelah Thoriq Madani dan Bois’ Stompin. Beberapa  nomor milik The Mighty Mighty Bostones dan Voodoo Glowskull menjadi  nomor yang mereka sajikan malam itu mengiringi nomor-nomor milik sendiri  termasuk hits “Pogo Dance” yang sempat mampir di nominasi &lt;em&gt;Kategori  Favorite Reggae and Ska Song&lt;/em&gt;, dari sebuah penghargaan musisi &lt;em&gt;cutting-edge&lt;/em&gt; bertaraf nasional ICEMA. Sebuah atmosfir yang sudah cukup lama tak  terlihat, ketika para “Rudy” lengkap dengan setelan celana dan jas  ngatung, topi &lt;em&gt;trilby &lt;/em&gt;di kepala dan &lt;em&gt;boots &lt;/em&gt;yang dengan  pongahnya kembali hilir mudik di sebuah &lt;em&gt;event &lt;/em&gt;musik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terbukti sekali lagi bahwa lingkar labirin itu juga berlaku untuk  musik, atau bisa jadi ini merupakan sebuah konsep titik jenuh atas  kondisi industri musik yang enggan dewasa untuk mengikuti tuntutan  kreatifitas? Yang jelas malam itu orang-orang yang berstelan necis dan  kebanyakan dari mereka berkepala botak itu seolah tidak peduli dengan  pertanyaan barusan dan terus berdansa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jiung band yang terang-terangan mengidolakan alm. Benyamin Sueb  menjadi penyeimbang malam itu melalui lagu – lagu pop urban-retro khas  sang idola. Bahkan mereka menyelipkan “Kompor Mledug” selain karya  orisinil mereka antara lain “Motor Bledug”, dan pop cinta enerjik  berjudul “Pasar Malem”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Running Circle dengan manis sempat menggarap “Monkeyman” milik Toots  and The Maytals, seketika itu pula kemudian menjemput The Authentics  yang menggebrak lewat “Do The Roll” dan “Hei Rudi!”. “Selanjutnya dengan  tembang milik D’Bagindaz (C-I-N-T-A) tapi versi barat, ini L-O-V-E!,”  kelakar Dawny dari panggung sembelum membawakan &lt;em&gt;hit &lt;/em&gt;yang sempat  sukses oleh Nat King Cole tersebut versi mereka yang &lt;em&gt;groovy-danceable&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The Authentics mengakhiri penampilan mereka lewat “ You Gotta Dance”  disambung hits “Untukmu”. Soul musik reggae-punk lalu digelontorkan oleh  De’ Jenks sesaat setelah The Authentics. Malam itu mereka tampil  maksimal walaupun minus gitaris Adit (juga personil The Sabotage-punk)  dengan “Prison Blues”, “Ganja Ganja”, terakhir &lt;em&gt;single &lt;/em&gt;pamungkas  mereka “Move On”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rupanya kelahiran kedua bagi legenda hidup ska tanah air, Skalie  terjadi lagi malam itu. Mereka sukses menghajar kuping para penonton  lewat “Rat Race” milik dedengkot 2 tone-band asal Inggris, The Specials.  Beberapa nomor lawas pun tak ketinggalan dan sepertinya melegakan fans  mereka, seperti “Dusta” dan “Kali Kedua”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penampilan Skalie termasuk ditunggu-tunggu penggemarnya, terbukti  dari daya magnet yang cukup kuat menarik penonton yang tersisa kala itu  untuk bernyanyi bersama dan merangsek ke depan panggung. Lewat tengah  malam Sound Solution, sebuah kolektif menawan yang  melahirkan  bunyi-bunyian magis a la musik dub-soul menutup acara “&lt;em&gt;Revival:  Return of Rootbois Compilation Goes to IKJ Campus&lt;/em&gt;”. Tegukan vodka  Sally cukup menghangatkan malam itu bersama karakter vokalnya yang kuat,  agaknya mereka berhasil menghanyutkan rudeboys yang kehabisan energi  setelah ber-pogo dance semalam suntuk.    &lt;br/&gt;  			&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/815167058</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/815167058</guid><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 20:31:33 +0700</pubDate></item><item><title>Agnes Monica Menjadi Yang Terbaik di AMI Awards 2010  		        ...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_l4k7vt3RaO1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Agnes Monica Menjadi Yang Terbaik di AMI Awards 2010  		                               	Guruh Soekarno Putera menerima  Lifetime Achievement Award&lt;br/&gt;Agnes Monica kembali menunjukkan kelasnya sebagai penyanyi perempuan  papan atas Indonesia dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards  ke-13 yang digelar Rabu malam (9/6) di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta  dan disiarkan langsung oleh RCTI.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Ia sukses membawa pulang tiga tropi AMI untuk tiga kategori paling  bergengsi yaitu: &lt;em&gt;Album Pop Terbaik&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Sacredly Agnezious&lt;/em&gt;),  &lt;em&gt;Artis Solo Pop Wanita Terbaik&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Album Terbaik Terbaik &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;Sacredly  Agnezious&lt;/em&gt;).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “Puji Tuhan banget, &lt;em&gt;speechless &lt;/em&gt;banget, aku nggak nyangka.  Ini pengalaman yang luar biasa,” ujar Agnes Monica semalam ketika  menerima tropi pertama untuk kategori &lt;em&gt;Album Pop Terbaik&lt;/em&gt;.  Penghargaan untuk tahun ini bagi Agnes cukup istimewa karena untuk  pertama kalinya ia menjadi produser bagi albumnya sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Untuk kategori ini Agnes berhasil menyisihkan album-album dari &lt;em&gt;Harmoni  Cinta&lt;/em&gt; (Gita Gutawa), &lt;em&gt;Special Edition&lt;/em&gt; (d’Masiv), &lt;em&gt;Rossa&lt;/em&gt; (Rossa), dan &lt;em&gt;My First Love&lt;/em&gt; (Vierra).  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “&lt;em&gt;Wow.. This is such a great experience. My first time working as  the producer of my own album and I won the best album category. Praise  the Lord!&lt;/em&gt;” tulis Agnes tak lama kemudian di akun Twitter miliknya.  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Selain Agnes Monica, yang berhasil meraih lebih dari satu tropi  adalah band d’Masiv (&lt;em&gt;Grup Band Terbaik&lt;/em&gt;), ”Jangan Menyerah” –  d’Masiv (&lt;em&gt;Lagu Terbaik&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Karya Produksi Terbaik&lt;/em&gt;).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kategori &lt;em&gt;Artis Pendatang Baru Terbaik&lt;/em&gt; diraih oleh Geisha dan  pemenang untuk kategori &lt;em&gt;Artis Solo, Duo/Grup Rock Terbaik&lt;/em&gt; diraih oleh J-Rocks yang berhasil menyingkirkan para &lt;em&gt;nominee &lt;/em&gt;yang  sudah senior antara lain God Bless, Boomerang, Jamrud, hingga Superman  Is Dead.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Almarhum Mbah Surip semalam juga berhasil menerima penghargaan  sebagai &lt;em&gt;Karya Produksi Reggae Terbaik&lt;/em&gt;. Sementara untuk kategori  &lt;em&gt;Karya Produksi Alternatif Terbaik&lt;/em&gt; jatuh ke tangan duo Endah N  Rhesa untuk album &lt;em&gt;Nowhere To Go&lt;/em&gt;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sementara &lt;em&gt;Lifetime Achievement Award &lt;/em&gt;AMI tahun ini jatuh  kepada Guruh Soekarno Putra yang telah mendedikasikan sebagian besar  hidupnya untuk musik dan mengembangkan kebudayaan nasional Indonesia.  Sayangnya, ketika penghargaan khusus ini  diberikan hampir tidak terasa  sekali unsur megah dan sakralnya, semua seperti berlalu begitu saja  nyaris tanpa kesan mendalam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Selain pemberian penghargaan, acara puncak AMI Awards semalam yang  diselenggarakan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia juga menampilkan  sederetan artis seperti Nidji, d’Masiv, Ungu. Dari deretan indie juga  tampil The Banery dan Pee Wee Gaskins.&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/733854926</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/733854926</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:38:17 +0700</pubDate></item><item><title>Benyamin Sueb  adalah ikon dunia hiburan Indonesia.Seperti...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_l4k7qbNhC61qc2ctlo1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Benyamin Sueb  adalah ikon dunia hiburan Indonesia.Seperti halnya Bing  Slamet yang dianggapnya sebagai gurunya dalam ranah hiburan,Benyamin  Sueb yang dilahirkan 5 Maret 1939 ini juga memiliki banyak kebisaan  mulai dari menyanyi,bikin lagu,melawak hingga bermain film.Dalam kurun  waktu empat dasawarsa Benyamin Sueb tampil sebagai sosok penghibur  sejati hingga ajal yang menjemputnya pada 5 September 1995. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam ranah  musik, Benyamin Sueb adalah sosok  cerdas yang mampu  menjadikan musik sebagai medium yang tak sekadar hiburan semata, tapi  juga sebagai medium refleksi, kritisi, maupun kontemplasi. Jika menyimak  karya-karya Benyamin pasti kita akan melihat sebuah potret kehidupan  dari sebuah komunal yang beragam. Karya Benyamin sejujurnya merupakan  potret kaum marginal yang terpinggirkan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengarkan saja  lagu-lagu serial Tukang yang didendangkan  Benyamin   seperti ‘Tukang Solder’, ‘Tukang Becak’, ‘Tukang Kridit’, ‘Tukang  Sayur’, ‘Tukang Obat’, ‘Tukang Tuak’, ‘Tukang Sado’, ‘Tukang Jala’,  ‘Tukang Duren’ , maupun ‘Tukang Minyak’, . &lt;br/&gt;Putera Betawai ini peka terhadap gejala  sosial seperti lagu ‘Kompor  Meleduk’ yang rasanya masih memiliki relevansi hingga sekarang, yaitu  masalah banjir yang tak kunjung berakhir.Dalam lirik bernada kritik  sekalipun, Benyamin memang seolah ngedumel tanpa beban. Dia selalu  tangkas menyajikan lirik lagu kritik tapi bernada celutukan seperti   pada  lagu ‘Pungli’ (1977) yang  bahkan memperoleh penghargaan dari  Pangkopkamtib Soedomo, karena dianggap membantu program Operasi Tertib  saat itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Perkenalan pertama  Benyamin dalam dunia musik bermula ketika  tergabung dalam band Melody Boys yang di era 50-an memainkan repertoar  musik calypso, rhumba, dan cha-cha, maupun keroncong yang diberi  beat  bernuansa Barat. Pendukung band ini yaitu Rachman A (gitar), Rahmat  Kartolo (vokal), Yoyok Jauhari (vokal), Imam Kartolo (saxophone), Pepen  Effendi (vokal), Saidi (bongo), Zainin Slamet (perkusi,suara latar),  Suparlan (gitar), Timbul Heri Sukarjo (bas), dan Benyamin S (bongo,suara  latar). Benyamin bahkan pernah bermain jazz dengan  Jack Lesmana dan   Bill Saragih di Hotel Des Indes Jakarta. &lt;br/&gt;Ketika Bung Karno menggaungkan semangat anti-Barat di tahun 1963,  Melody Boys pun lalu mengubah nama menjadi Melodi Ria. Sejak saat itu  muncul pelarangan menyanyikan lagu-lagu Barat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Keadaan seperti ini  justeru membuat Benyamin terpacu di wilayah  kreativitas. Benyamin lalu memilih idiom musik Betawi, seperti  gambang  kromong dalam pilihan musiknya. Benyamin menyerap elemen  gambang  kromong yang kemudian dibaurkan dengan instrumentasi Barat.  Ini  merupakan gagasan cerdas, karena ia yakin musik yang dipilihnya bukan  lagi untuk konsumsi lokal dalam hal ini budaya Betawi, tetapi untuk  masyarakat seluruh Indonesia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sosok Benyamin pun tak hanya dikenal penyanyi dan aktor saja,  melainkan sebagai komposer . Bing Slamet, merupakan orang pertama yang  mengintip bakat Benyamin sebagai komposer. Bing Slamet pula yang  menyanyikan lagu karya Benyamin ‘Nonton Bioskop’ pada akhir era 60-an.  Beberapa album solo Bing Slamet selalu berisi lagu-lagu karya Benyamin S  seperti Hujan Gerimis atau Endeng-Endengan. Baik Bing dan Ben bahkan  pernah berkolaborasi menulis lagu, misalnya lagu ‘Ada-Ada Saja’ yang  terdapat dalam album Bing Slamet dan Eka Sapta. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eksperimen musik Benyamin bahkan merengkuh lebih jauh.  Pada akhir  60-an hingga awal 70-an,terasa bahwa Benyamin  banyak mengambil  inspirasi dari musik blues maupun soul funk. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Musik yang dimainkan Benyamin pun  beragam. Tak hanya  pop maupun  gambang kromong semata. Tapi, dengan semangat eklektik, Benyamin pun  mulai menyusupkan ti rock, blues, soul, funk, kroncong, seriosa hingga  dangdut. . Sederet grup musik pun telah mengiringi Benyamin dalam  album-albumnya, seperti gambang kromong Naga Mustika. Pantja Nada,  Elektrika, Beib Blues, hingga Al Haj. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Benyamin yang semasa hidupnya telah merilis sekitar 70 album rekaman  pun telah melakukan duet dengan banyak artis mulai dari Rossy, Rita  Zahara, Lilies Suryani, Ida Royani,Inneke Kusumawati, Herlina Effendi,  Bing Slamet, Eddy Sud, Euis Darliah, Maryantje Mantauw, dan banyak lagi.  DS&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/733848245</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/733848245</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:34:59 +0700</pubDate></item><item><title>Mocca, White Shoes and The Couples Company, Homogenic, Supernova...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_l4k7je4niI1qc2ctlo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Mocca, White Shoes and The Couples Company, Homogenic, Supernova  Meriahkan Rolling Stone Release Party Juni 2010  		                               	Walau hujan deras penonton tetap rela  bertahan demi Mocca.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jumat menjelang tengah malam (4/6) hujan mendadak turun dengan  derasnya. Rolling Stone Release Party edisi Juni yang dipersembahkan  oleh LangitMusik Telkomsel dimulai beberapa jam sebelumnya tanpa hujan  telah sampai pada penghujung acara. Mocca, sebuah band indie pop andalan  Kota Kembang, mendapat kesempatan untuk menjadi penampil ke empat  sekaligus penutup pesta dengan membawakan lagu-lagu manis dan ceria di  hadapan para fans-nya yang tidak mengindahkan guyuran air hujan di  sekujur tubuh mereka.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Mereka membuka penampilan dengan “I Remember” yang diambil dari album  &lt;em&gt;sophomore &lt;/em&gt;mereka, &lt;em&gt;Friends&lt;/em&gt;. Para penonton pun lantas  secara otomatis ikut menyanyikan bersama Arina Ephipania Simangunsong,  yang menurut MC Soleh Solihun adalah penyanyi wanita paling ceria di  Indonesia karena senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya. “The  Best Thing” dan “Do What You Wanna Do” yang sama-sama diambil dari album  ketiga Mocca, &lt;em&gt;Colours&lt;/em&gt;, dimainkan dengan jeda yang sangat  singkat di antara lagu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sepertinya Mocca tidak tega melihat para fans nya berlama-lama  berdiri dengan guyuran hujan yang deras. Setelah itu, Mocca membawakan  sebuah lagu lagi untuk menggenapkan lagu yang mereka bawakan menjadi 4  lagu di konser ini. Walaupun tampil secara buru-buru, Mocca tetap dapat  menjalankan tugas mereka sebagai penutup pesta dan juga memberikan kesan  yang dalam bagi manusia-manusia yang telah menonton penampilan mereka  malam itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Homogenic, yang seperti Mocca juga berasal dari Bandung, tampil  sebagai band ketiga. Band yang baru saja merilis album ketiga mereka  dengan judul &lt;em&gt;Let A Thousand Flowers Bloom&lt;/em&gt; ini tampil dengan  formasi terbarunya. Deena Dellyana yang bertanggung jawab di departemen &lt;em&gt;rhythm  programming&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;synths&lt;/em&gt;, Grahadea Kusuf di departemen &lt;em&gt;analog  synths&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;computer sequencing programming&lt;/em&gt;, dan Amanda  Syachridar, sebuah nama baru pada daftar personil Homogenic, di  departemen vokal. Ya, Amanda Syachridar yang merupakan mantan penyanyi  dari proyek DJ Andezzz adalah pengganti Risa Saraswati yang telah mundur  sebagai vokalis Homogenic sejak cukup lama.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kedatangan Amanda Syachridar terasa sangat influensial bagi perubahan  warna musik Homogenic. Duta musik elektronik Indonesia ini tadinya  memiliki lagu-lagu yang didominasi dengan atmosfir gelap, namun materi  album baru mereka kini menjadi lebih ceria dibandingkan dulu. Hal ini  bisa didengar dari lagu pertama yang mereka bawakan pada Rolling Stone  Release Party edisi Juni dengan judul “Happy Without You”. Walaupun  begitu, atmosfir gelap yang berasal dari dua album Homogenic terdahulu  masih tetap bisa terdengar di “Seringan Awan”, yang dibawakan sebagai  lagu kedua mereka pada penampilan ini dan merupakan single pertama dari  album &lt;em&gt;Let A Thousand Flowers Bloom&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penampilan Homogenic, yang pada malam itu mengenakan pakaian serba  hitam, ditutup dengan sebuah lagu berjudul “Artificial Humanity” yang  berasal dari album kedua mereka, &lt;em&gt;Echoes of the Universe&lt;/em&gt;. Secara  keseluruhan, bebunyian canggih yang mereka mainkan pada malam itu  berhasil memukau para penonton yang hadir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Penampil kedua pada malam itu adalah Supernova. Band yang berasal  dari Purwokerto dan juara A Mild Live Wanted 2009 ini mengemban tugas  berat dalam menghibur penonton Rolling Stone Release Party yang memang  terkenal sangat selektif dalam menilai sebuah band, terutama band dengan  aransemen musik yang jualan dan lirik yang didominasi dengan tema cinta  yang pasaran. Tugas berat ini menjadi semakin berat ketika MC Soleh  Solihun mulai beraksi dengan mulut pedasnya yang tersohor. Bahkan,  Supernovans (sebutan bagi fans Supernova) yang hadir pun sempat  dijadikan sasaran olehnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Supernova pun memainkan lagu pertamanya. Kumpulan penonton yang  tadinya memenuhi bibir panggung satu per satu berbalik badan dan menjauh  dari panggung. Lagu kedua yang berjudul “Terlalu Mendamba” pun memiliki  efek yang sama dan kini bibir panggung menjadi tidak terlalu ramai.  “Cukup Menyakitkan” yang menjadi lagu ketiga seperti menjadi ketokan  palu dari seorang hakim. Kini penonton yang tersisa di bibir panggung  hanyalah para Supernovans yang jumlahnya memang tidak banyak. Dan hal  ini bertahan hingga saat Supernova merampungkan penampilannya dengan  menyelesaikan lagu terakhir yang mereka bawakan. Lagu tersebut berjudul  “Sayang”. Penampilan mereka pada saat itu bukanlah sebuah penampilan  yang harus mereka ingat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; White Shoes and the Couples Company yang awalnya dijadwalkan untuk  bermain sebagai penutup diharuskan untuk bermain sebagai pembuka  dikarenakan jadwal yang mengharuskan mereka untuk berada di lokasi lain  pada pukul 22.00 WIB. Jadwal yang padat dari band jebolan Institut  Kesenian Jakarta (IKJ) ini menyebabkan penampil terbaik pada Rolling  Stone Release Party edisi Juni terdapat pada awal acara. Enam lagu  mereka bawakan dengan keatraktifan tingkat tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aprilia Apsari dengan suara dan liukan tubuh yang retro dan manis,  Saleh Husein dengan permainan gitar elektriknya yang jumawa, Rio Farabi  yang menyatu dengan gitar akustiknya, Ricky Surya Virgana dengan jari  jemarinya yang lincah berlari ke sana kemari dalam bermain bass,  Aprimela Prawidiyanti yang memainkan hammondnya dengan sangat  mengasyikkan, dan John Navid yang menabuh drumnya dengan kemampuan kelas  atas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Selain tiga lagu yang berasal dari album terdahulu mereka, White  Shoes and the Couple Company juga sempat membawakan satu lagu cover  berjudul “Crosstown Traffic” yang diciptakan oleh Jimi Hendrix dan dua  lagu baru yang masing-masing berjudul “Vakansi” yang terinspirasi dari  karya-karya Ismail Marzuki dan juga “Matahari” yang terinspirasi dari  kehebatan suku Papua dalam &lt;em&gt;staying true &lt;/em&gt;dengan alamnya. Lagu  ini memiliki sentuhan &lt;em&gt;world music&lt;/em&gt; yang cukup kental, terutama  dari gebukan drum John Navid yang primitif dan bebunyian keyboard  Aprimela Prawidiyanti. Mantap.&lt;br/&gt;  			&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/733839686</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/733839686</guid><pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:30:50 +0700</pubDate></item><item><title>Warteg Boyz mengangkat dialek lokal dalam musiknya, dan mengajak...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_l4gs0e6Mvw1qc2ctlo1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Warteg Boyz mengangkat dialek lokal dalam musiknya, dan mengajak  pendengar untuk bersenang-senang &lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Suatu hari, Bongky Marcel terlibat pembicaraan dengan seorang tukang  ojek di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. “Bang, buatkan lagu Jawa  dong,” kata si tukang ojek dengan logat Jawa yang sangat kental. Ucapan  si tukang ojek itu seperti langsung menyengat dan seko-nyong-konyong  timbul inspirasi di benak Bongky. Lantas, dia pun menyuruh si tukang  ojek diam di tempat dan memberinya uang sebesar penghasilannya dalam  sehari. Sambil melihat wajah si tukang ojek, inspirasi terus mengalir  sehingga lahirlah lagu berjudul “Okelah Kalau Begitu” dengan nama  kelompok musik Warteg Boyz — judul itu diambil Bongky dari perkataan  yang sering diucapkan seorang operator studio rekaman. Bongky membuat  musik dan bernyanyi, atau lebih tepatnya menjadi rapper dengan logat  Tegal. Musiknya sedikit hip hop yang dicampur sari dengan bunyi-bunyian  musik tradisional plus lirik yang mengundang senyum. Lantas, “Okelah  Kalau Begitu” terdengar di film D`Bijis (2007) dalam adegan di sebuah  disko dangdut. Beberapa bulan setelah film itu turun, lagu “Okelah Kalau  Begitu” beredar di dunia maya hingga akhirnya tahun 2009 muncul dalam  iklan operator telepon 3. Kemunculan “Okelah Kalau Begitu” dalam iklan  menjadi pemicu pada munculnya permintaan Warteg Boyz untuk manggung.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Di saat bingung memikirkan bagaimana cara menampilkan Warteg Boyz,  Agus datang berkunjung ke rumah Bongky setelah dua tahun tak bertemu.  Melihat muka Agus, Bongky seperti mendapat solusi. “Mukanya ngunci, kata  Bongky sambil tertawa. Satu yang diminta Bongky pada Agus adalah untuk  bersikap ngehe atau slenge`an, berani tampil di segala medan. Agus ialah  teman lama Bongky yang juga sudah lama bergaul di komunitas Potlot.  Lantas Bongky mengajak seorang kawan lagi: Ari. Dan mereka pun membuat  klip “Okelah Kalau Begitu.” Ketika klip itu akhirnya diputar di  televisi, permintaan tampil datang. Dan resmilah Warteg Boyz menjadi  kelompok musik dengan formasi DJ Bongky (creator), Agus Jokaw (vokalis),  dan Ari D`Gundals (vokalis). Agus menyebut tanggal 12 November 2009  sebagai lahirnya Warteg Boyz dalam format trio. “Warteg ada di mana-mana  dan kami semua adalah orang-orang pekerja,” kata Bongky soal makna  filosofis nama mereka.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seiring dengan banyaknya permintaan manggung di televisi, tawaran  dari perusahaan rekaman pun berdatangan. Dari sekian banyak yang  meminta, penawaran dari Seven Music yang paling cocok sehingga akhirnya  mereka bisa merilis mini album Warnasindo. Proses pembuatan lagu,  merekam, &lt;em&gt;mixing&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mastering&lt;/em&gt; dilakukan hanya dalam  waktu tujuh hari. Semua berjalan dengan cepat dan lancar. Bongky  memasang metronom, memilih ketukan yang tepat, lalu tiga orang memegang  mikrofon masing-masing dan berceloteh sesuai tema yang sudah dipilih.  Tak ada lirik yang ditulis terlebih dulu di kertas, lirik yang dirasa  cocok akhirnya direkam hingga kemudian disusun menjadi sebuah lagu.  Semua bunyi-bunyian di album ini dikerjakan Bongky.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Misi Warteg Boyz ada tiga: membuat orang senang lewat musik, lalu  setelah hatinya senang akan membuat pikirannya lebih terbuka, dan jika  sudah begitu harapannya akan mencintai Indonesia karena mereka  mengangkat dialek-dialek lokal. Konsep seperti itu, kata Bongky, tak  bisa maksimal diterapkannya di kelompok musik seperti BIP atau Ray D  Sky, misalnya. “Kalau di sini kan musiknya f&lt;em&gt;use&lt;/em&gt;, mencampurkan &lt;em&gt;urban&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;native&lt;/em&gt;. Penyampaiannya yang rakyat, adanya di konsep ini.  Itu sebabnya kedaerahannya diangkat,” kata Bongky.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “Timbulkanlah rasa senang dulu baru kita bisa bikin yang bagus,” kata  Bongky soal proses pembuatan albumnya yang dipenuhi rasa tawa. Jika  keadaan sudah terlalu serius, mereka memutuskan untuk rehat dan menunggu  suasana kembali segar. “Itu fase saja, kalau dulu masih muda,  pemberontak bermain rock, isinya pemberontakan. Masanya established,  sudah dewasa, kan lebih te-nang, lebih &lt;em&gt;wise.&lt;/em&gt; Setelah &lt;em&gt;wise&lt;/em&gt;,  cari yang menyenangkan. Ini sesuatu yang menyenangkan orang untuk  ditampilkan. Band yang lain menyenangkannya beda, ini menyenangkan lebih  umum. Agak humor, ya tampilannya yang bisa menyenangkan orang,” kata  Bongky.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Soal musik, meskipun dengan nuansa lokal yang kental, mereka menyebut  aliran musik Warteg Boyz dengan nama yang cukup canggih: &lt;em&gt;New Wave  Music in Native Expression&lt;/em&gt;. Tapi mereka keberatan jika disebut band  lawak melainkan — mengutip ucapan Bongky — musik gembira  karena   yang disajikan bukan lawakan, hanya bagian dari acara. “Dunia kaum  marjinal itu sampai kapanpun ada, jadi kami yakin bisa eksis terus. Dan  selama kesenangan itu diberikan terus,” kata Bongky.&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/728720338</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/728720338</guid><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:02:38 +0700</pubDate></item><item><title>Seperti juga banyak orang, Solitaire//Addict mencari ...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_l4grwdknxD1qc2ctlo1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seperti juga banyak orang, Solitaire//Addict mencari  kebahagiaan. Dan bagi mereka, salah satu kendaraannya adalah album  perdana.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br/&gt;Kisah kelompok musik ini berawal di medio 2008 ketika pemain bas  Thomas Ramdan mengajak anaknya, pemain drum Bounty Ramdan ke studio  untuk memainkan drum sesuka hatinya, berimprovisasi sesuai naluri. Dari  permainan drum Bounty itu, Thomas kemudian memasukkan bagian untuk  instrumen lain sehingga terbentuk jadi bagan lagu dan akhirnya tercipta  tiga lagu. Sesuatu yang iseng itu kemudian malah diteruskan menjadi yang  lebih serius: lagu-lagu lain pun tercipta, dan pemain musik lain  direkrut untuk kemudian membentuk kelompok musik. Selain ayah anak yang  menjaga tempo, akhirnya ada vokalis Aree, gitaris Putsky dan Vicky  Nitinegoro yang terakhir bergabung. Lantas, nama Solitaire//Addict  dipilih setelah mereka disindir karena terlalu sering memainkan  Solitaire di komputer studio. Tadinya, mereka ingin menamakan &lt;em&gt;Ticket  To The Moon&lt;/em&gt;, tapi setelah merasa bahwa Solitaire//Addict terdengar  lebih bagus, Ticket To The Moon malah dijadikan judul album. Bulan,  bagi semua personel, adalah perlambang kebahagiaan, harapan atau  cita-cita. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;“Mudah-mudahan, dengan mendengarkan lagu  Solitaire//Addict seakan berada di bulan. Karena penasaran seperti apa  di sana, makanya ingin ke sana,” kata Vicky.&lt;br/&gt;“Album ini untuk  menggapai yang gue inginkan,” kata Putsky.&lt;br/&gt;“Ke bulan kan dulu  mustahil banget, nggak masuk akal dan persiapannya butuh waktu. Nah,  [begitu juga] band ini yang tadinya nggak mungkin jadi mungkin,” kata  Aree. &lt;br/&gt;“Ada yang bilang, harus kejar cita-cita setinggi langit,  padahal ada bulan di atas langit. Bagi gue, itu adalah harapan besar  banget. Nah, ini tiket hasil jerih payah gue maen musik, buat bisa ke  sana,” kata Bounty.&lt;br/&gt;“Kalau buat gue, ini sebuah ungkapan yang indah.  Bulan itu kan tidak terjangkau, hal-hal indah yang walaupun katanya pas  mendarat [berbentuk] jelek. Nah, keindahan itu yang akan  Solitaire//Addict capai,” kata Thomas. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tiket untuk menggapai  keinginan itu akhirnya berupa tujuh lagu di album perdana &lt;em&gt;Ticket 2  The Moon&lt;/em&gt;. Thomas Ramdan menjadi produser sekaligus pemain bas untuk  album ini. Berbeda dengan album-album lain yang dia produseri,  penggarapan album ini lebih detail karena bertemu hampir setiap hari  dengan semua pemain musiknya. Walau begitu, bukan berarti album ini  lebih menonjolkan permainan bas Thomas karena dia mengatakan harus bisa  menempatkan dirinya. Ketika ditanya statusnya di band, Thomas yang di  sampul album wajahnya ikut dipajang tapi di urutan nama personel malah  tertulis &lt;em&gt;featuring &lt;/em&gt;Thomas Ramdan, dia menjawab sambil tertawa,  “Gue produser yang bermain. Jalan saja dulu…jreeeng. Kalau manggungnya  banyak, gue di sini terus.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tujuh lagu di album perdana mereka  menyuguhkan porsi yang hampir seimbang antara rock yang penuh distorsi  dengan pop yang manis tapi tak mendayu. Komposisi yang begini, kata  Thomas, sudah dipikirkan sebelumnya. Jika satu saat Solitaire//Addict  bisa menggelar pertunjukan tunggal, mereka berharap penonton bisa  merasakan perjalanan kelompok musik itu. Dan bagi Thomas, ada kenikmatan  tersendiri ketika akhirnya bisa bermain musik dengan sang anak. “Tanpa  gue sadari tiap kali manggung, tiap menengok, tetap saja itu anak gue.  Ada sesuatu, apalagi saat mainnya bagus. Ada sesuatu yang nggak bisa  dibayar dengan uang,” kata Thomas. “Tapi lebih enak juga kalau dibayar  sih.” Dia terbahak. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Soal warna musik, Solitaire//Addict sadar  bahwa musik yang mereka mainkan tak seragam seperti banyak band pop yang  tayang di televisi. Tapi soal itu, mereka optimis bahwa mereka bisa  memberi warna lain. &lt;br/&gt;“Menurut pandangan gue, Indonesia banyak yang  stress, banyak sedih, sinetron menangis melulu. Kalau dikasih lagunya  begitu melulu, nggak akan maju. Coba kasih lagu yang up beat dan kasih  semangat. Makanya kalau dengar “Cepatlah Sayang”, bisa semangat,” kata  Bounty. Lagu dengan nafas rock yang kental itu adalah single kedua  mereka. Kaka Slank menyumbangkan suaranya di lagu itu. Tanpa banyak  pertimbangan, Kaka mengiyakan ajakan Thomas untuk mengisi beberapa  bagian di lagu itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sedangkan ketika ditanya soal keinginan  masuk televisi, mereka mengatakan meskipun keinginan itu ada, tapi  bukanlah yang utama. Bagi Vicky, kelompok musik yang ditulis di media  massa cetak hasilnya akan lebih lama ketimbang mereka yang masuk  televisi, karena tak bisa dilihat de-ngan mudah di masa yang akan  datang. &lt;br/&gt;“&lt;em&gt;TV is not God&lt;/em&gt;,” kata Thomas sambil tertawa. “The  S.I.G.I.T. saja nggak masuk TV bisa tur ke luar negeri.”&lt;/p&gt;</description><link>http://tumbhome.tumblr.com/post/728715718</link><guid>http://tumbhome.tumblr.com/post/728715718</guid><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:00:13 +0700</pubDate></item></channel></rss>
